Dua Pemuda Afsel Berhaji dengan Bersepeda

Melewati Bostwana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah, dan Yordania, Nathim Caircross (28 tahun) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25 tahun) mengayuh sepeda ke Arab Saudi. Setiap hari mereka harus mengayuh sejauh 80-100 km, bermula dari Cape Town, Afrika Selatan.

“Mengayuh sepeda ke Kerajaan dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami melakukan perjalanan dengan cara ini sehingga kita siap untuk menjalani kerasnya ibadah haji,” kata Cairncross, yang berprofesi sebagai perencana kota, sepeti dikutip arabnews.com.

Di Cape Town mereka kuliah hukum Islam di sebuah universitas. Cairncross hobi berselancar angin, Haron hobi kickboxing dan mendaki gunung. Cairncross kemudian kursus perencanaan kota yang kemudian mengantarnhya kepada dunia kerja. Mereka mengaku bahagia begitu tiba di perbatasan Arab.

Mereka memulai perjalanan pada 7 Februari 2010. Ini adalah perjalanan haji pertama mereka. “Kami bisa naik pesawat, tapi kami menghargai perjalanan yang berbeda. Jadi kami memilih menggunakan sepeda kami. Bersepeda adalah kegiatan yang paling kami sukai,” kata Cairncross.

Senja tiba, mereka akan mencari masjid atau memasang untuk beristirahat. Selepas Subuh, mereka melanjutkan perjalanan lagi. Selama perjalanan, Selama perjalanan,eka menemukan orang-orang yang ramah dan menyambut baik mereka. Orang-orang salut atas perjalanan haji mereka. Tawaran makan pun berdatangan selama di perjalanan

Mereka membawa bekal yang minim. Tawaran bantuan uang pun berdatangan kepada mereka. Di perbatasan Arab, petugas keamanan juga menyambut ramah dua jamaah yang harus pula turun naik pegunungan dengan mengayuh sepeda. Melewati sembilan negara selama sembilan bulan, mereka sering mengganti ban dan memperbaiki rantai sepeda.

Masalah bahasa sedikit menjadi kendala dalam perjalanan mereka. Tapi, mereka bisa mengatasinya. Selesai berhaji, mereka akan pulang melalui Afrika Barat.

Rencana Israel Ubah Simbol-Simbol Islam di Halaman Al-Barraq Al-Quds

dakwatuna.com – Jerusalem (Al-Quds Terjajah), Sejumlah sumber mengungkap rencana Israel mengubah symbol-simbol di halaman Al-Barraq di Masjid Al-Aqsha dengan alasan mencari situs peninggalan yahudi yang mereka klaim dan mendirikan sinagog yahudi di tempat tersebut.

Di sela-sela pertemuan Komisi Tata Ruang Pemerintah Daerah Jerusalem, Kepala dinas Peninggalan Israel Dursman menegaskan kemarin, pihaknya mendukung rencana tersebut yang sedang dikoordinasi dan setujui dinasnya.

Ia menegaskan bahwa rencana ini akan mencakup penggalian semua halaman Al-Barraq untuk mengungkap situs peninggalan yahudi yang dikenal dengan kuil II.

Sebelumnya, Komite Tata Ruang dan Pembangunsn Israel di Jerusalem kemarin menggelar petemuan selama 8 jam membahas rencana tersebut. Kepala Daerah Jerusalem dari pemerintah penjajah Israel Neir Barakat menjelaskan perannya dalam menggulirkan rencana itu dan meminta Komite menyetujuinya.

Rencana itu mencakup pembangunan markas yahudi yang disebut Bet Johar seluas 5 ribu M2 yang sebagian besar pembangunannya di bawah halaman Al-Barraq dan bersambung dengan terowongan langsung. Selain itu, juga ada rencana pembangunan lift menghubungkan antara halaman Al-Barraq dengan kampung yahudi.

Sementara itu, Lembaga Al-Aqsha menegaskan dalam keterangannya mengomentari rencana itu bahwa rencana itu merupakan niat Israel menggali sedikitnya tiga terowongan panjang dan besar; salah satunya menghubungkan antara terowongan tembok barat dan halaman Al-Barraq; kedua menghubungkan antara halaman Al-Barraq dan gerbang-gerbang utama yang direncanakan dibangun di pagar selatan kota tua di ujung wilayah Al-Barraqh dan kampong Magharibah.

Lembaga Al-Aqsha mengisyaratkan bahwa terowongan ini akan menghubungkan dengan terminal mobil yang akan dibangun di bawah tanah, di barat halaman Al-Barraq. Terowongan ketika menghubungkan antara bawah halaman Al-Barraq dan gerbang Silwan. Terowongan ini melintasi bawah pagar Selatan kota tua di Al-Quds.

Lawyer Al-Quds Qais Nashir yang menentang rencana ini menegaskan bahwa rencana ini akan menghapus istana-istana kerajaan Bani Umaiyah dan peninggalan penjajah Inggris di selatan Al-Barraq.

“Kami berbicara soal rencana yang mengusulkan penambahan 7730 M2 pada bangunan di Al-Barraq dan mengusulkan pembagian halaman menjadi dua lantai; lantai bawah Taman Peninggalan dan lantai atas untuk ritual yahudi.” Tegas Qais.

Ia menambahkan bahwa rencan ini mengusulkan untuk mengungkap “koridor Romani” yang disebut “Arcado” yang diakui yahudi era kuil II

Rakyat Gaza Palestina Bantu Korban Mentawai dan Merapi

Warga berbondong-bondong meninggalkan lokasi ketika Gunung Merapi meletus lagi tanggal 31 Oktober 2010 (AP Photo)

 

Rakyat Gaza, Palestina, kembali menunjukkan rasa ukhuwah dan solidaritasnya kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang terus dilanda bencana, khususnya bencana tsunami di Mentawai dan letusan gunung Merapi di Yogyakarta. Rakyat Gaza menyumbang masing-masing sebesar dua ribu dolar AS untuk korban tsunami dan letusan gunung Merapi.

Ziad Said Mahmud asal Gaza, kordinator bantuan kemanusiaan internasional Palestina dan juga Direktur Al-Sarraa Foundation menjelaskan, sumbangan untuk korban bencana di Indonesia merupakan hasil keputusan musyawarah antara ulama dan rakyat Palestina, baik yang ada di Jalur Gaza maupun di Suriah. Demkian ujar Ziad dalam siaran pers yang diterima Republika di Jakarta, Ahad (31/10).

Lebih lanjut, Ziad menjelaskan, “Kami tahu, jumlah ini tidak seberapa dibandingkan kesusahan yang sedang dialami saudara-saudara kami di Mentawai dan Merapi. Tapi terimalah ini sebagai tanda cinta kami. Kita satu tubuh. Kalian sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa sakit ketika melihat kami sakit dan menderita karena dijajah Israel,”

Bantuan untuk korban Tsunami di Mentawai sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), sedangkan bantuan untuk korban letusan Gunung Merapi juga sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Amirul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al-Aqsha.

”Insya Allah, bantuan dari rakyat Gaza, Palestina akan kami sampaikan kepada mereka yang berhak secara langsung dan saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya kepada rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar Ustad Ferry Nur.

Beberapa kali rakyat Gaza memberikan sumbangan untuk korban bencana di Indonesia. Sebelumnya pada 2006, rakyat Gaza juga memberikan sumbangan sebesar Rp 5 juta bagi korban gempa di Yogyakarta dan Klaten, Jawa tengah.

Begitu pula saat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 skala richter di Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang, Sumatra Barat. Rakyat Gaza tak lupa memberikan sumbangan yang diserahkan melalui pengurus KISPA.

Adab – Adab Dalam Bersahabat

Jika mendengar kata sahabat, tentunya yang ada di benak kita adalah seorang teman setia yang penuh pehatian, selalu mahu mendengar masalah-masalah kita, menghargai, membantu di kala susah dan ikut gembira di kala kita gembira. Agama kita telah mangatur semua itu, termasuk bagaimana adab-adab kita dalam bersahabat yang ditujukan untuk mencari redha Allah.
Tujuan Persaudaraan
Hasan al-Bashri rohimahullah dalam hal ini mengatakan, “Seorang teman yang jika engkau temui akan mengingatkanmu akan kewajibanmu terhadap Allah itu lebih baik bagimu dari seorang teman yang selalu memberimu segenggam dinar.”
Beliau juga mengatakan, “Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang lain. Jika dia mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan pada diri saudaranya, ia bersegera meluruskan juga selalu menjaga aib saudaranya bai k ketika sendirian atau ketika bersama orang lain.”
Kalaupun kita melihat kejelekan dan kekurangan secara tak sengaja, maka tidaklah perlu membicarakan kejelekan pada orang lain. Tutupilah kelemahannya itu, dan jadikan sebagai rahsia peribadimu sepanjang hayat.
Itulah hakikat persahabatan sebenarnya. Sesungguhnya seorang yang lemah akan lebih mampu untuk meluruskan nafsunya yang hendak berbuat maksiat dengan bantuan teman-temannya.
Bantuan Material
Ada muslim yang dilebihkan dalam hal rezeki atau k ew angan dan ada juga yang kekurangan. Ini adalah sunnatulloh. Segalanya diciptakan oleh Allah dengan pengetahuan dan keadilan-Nya yang sempurna. Membantu kesulitan dalam hal material, adalah salah satu adab kita dalam bersahabat. Dan juga sebagai wasilah mendulang pahala kita. Rasulullah SAW bersabda yang ertinya, “Dan barangsiapa yang membebaskan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan mem bebaskan kesusahannya di hari kiamat. “ (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Saling Menolong dalam hal Kebaikan
Firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 2 yang ertinya, “…. Tolong menolonglah dalam kebaikan serta takwa dan jangan tolong men olong dalam kemungkaranan dan permusuhan…”
Sebagaimana juga janji Rasulullah SAW “Allah akan selalu menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Menahan Lidah
Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya berkata yang baik atau diam.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Buatlah Senang
Teman yang baik akan berusaha memberikan kesenangan kepada kawannya. Setiap bertemu bisa mengubati perasaan gundah yang menimpa. Sekali-kali berikanlah hadiah kepada sahabat. Rasulullah SAW pernah bersabda yang ertinya, “Berikanlah hadiah nescaya kalian akan saling mencintai.”

Maafkan, sembunyikan dan baik sangka
Manusia tempatnya salah dan silap. Orang lain mungkin berbuat salah, demikian juga dengan diri kita. Bila sedar akan hal ini semestinya kita akan bersikap arif. Kesalahan dan kekhilafan saudara kita hendaknya dimaafkan. Disamping memaafkan kita tidak boleh menyebarkan aib kepada orang lain. Allah menjanjikan pahala besar bagi orang yang mahu menutupi aib saudaranya sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang ertinya, “Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat. ( Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Memaafkan, menyembunyikan kekurangan dan nasihati dengan kebaikan dilakukan dengan empat mata, dengan memperha tikan adab-adabnya.

Setia
Kesetiaan sangat disertakan dalam persahabatan dan diharapkan kekal sampai negeri abadi. Dan karananya tidaklah boleh seseorang mengkhianatin ya. Rasulullah SAW bersabda yang ertinya,“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak boleh dikhianati, didustai, tidak dihinakan orang.” (Riwayat at-Tirmidzi).
Ungkapkan dengan doa
Doakan selalu untuk keistiqomahan sahabat kita dalam menjalankan ibadah kepada Allahsubhanahu wa ta’ala. Bahkan sekalipun telah meninggal.
“…Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” ( QS. Al Hasyr : 10)
semoga bermanfaat… ^_^

Penghafal Al-Qur’an di Jabar akan Diberi Penghargaan

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Bandung. Tidak banyak orang-orang yang menghafal Alquran (Hafidz). Meskipun, para penghafal kitab suci itu begitu agung di hadapan Allah, namun hingga saat ini para penghafal itu masih sedikit sekali, baik dalam skala nasional maupun di Jawa Barat sendiri.

Mereka menghafalkan Alquran, tentu saja tidak karena keinginan mendapatkan pemberian atas hafalan mereka. Mereka melakukan itu untuk mendekatkan diri dan sebagai alat mencapai ridha-Nya. Kendati demikian, merupakan sebuah penghargaan besar jika pemerintah dapat meringankan beban hidup mereka.

Tampaknya, beban hidup para penghafal kitab suci (Huffadz al-Qur’an) itu akan lebih ringan di Jawa Barat. Pasalnya Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan merencanakan untuk memberi penghargaan terhadap mereka. Penghargaan itu, bisa merupakan biaya pendidikan hingga beban hidup lainnya.

Bahkan Heryawan mengaku tertarik dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memberikan penghargaan kepada para penghafal kitab sebanyak 30 juz itu. “Saya setuju dengan Jawa Timur,” kata Heryawan kepada Republika, Senin (29/11).

Pemprov Jawa Timur sendiri menyediakan bantuan untuk para penghafal al-Qur’an. Bantuan tersebut berupa santunan yang diberikan seperti kepada para guru ngaji. Selain itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyediakan kuliah gratis untuk para penghafal tersebut. “Itu semua untuk memberi penghargaan pada Hafidz,” kata Waki Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf beberapa waktu lalu.

Menurut Heryawan, para penghafal tersebut merupakan seorang yang unggul, sehingga sangat perlu diberi penghargaan. “Mereka kan orang-orang yang unggul, sangat mungkin kita memberikan bantuan dan penghargaan,” jelasnya.

Dia mencontohkan adanya kemungkinan bahwa para penghafal Al-Qur’an di Jawa Barat saat ini masih sedang duduk di bangku kuliah. Oleh karenanya, mereka juga perlu diringankan biaya perkuliahannya. “Kan mungkin ada yang kuliah di Unpad, ITB, dan seterusnya. Jadi perlu diberi penghargaan,” lanjut Heryawan. Selain bantuan dalam bidang pendidikan, ketokohan dan peran sosial mereka juga akan diperhatikan.

Sementara itu, Prof Dr Asep Saiful Muhtadi, Guru Besar Fikom Universitas Padjajaran Bandung, mengapresiasi rencana Gubernur tersebut. Rencana itu, menurunya, seperti gayung bersambut yang sangat positif, dengan kondisi masyarakat Jawa Barat yang sekitar 90 persen muslim. “Memang masalah menghafal Alquran tidak hanya diserahkan kepada umat saja, tetapi pemerintah harus memberikan porsi yang memadai terhadap hal ini,” kata Asep.

Hal itu kata dia, karena keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak kecil di Jawa Barat yang sangat rendah dalam membaca Alquran. Dikatakannya, dari data statistik diketahui bahwa anak-anak usia SD yang sedang belajar membaca Alquran hanya sekitar 10 persen. “Ini kan sungguh menyedihkan,” tandasnya. “Akibatnya, banyak jamaah haji di Jawa Barat yang bisa membaca doa dengan huruf latin.”

Hingga sejauh ini, ia mengaku, masih melihat bahwa perhatian pemerintah untuk memasyarakatkan Alquran masih sangat minim. Pemerintah masih memberikan penghargaan pada para penghafal Alquran yang menjadi pemenang momen-momen tertentu saja. Padahal, mestinya, penghafal itu harus diberi penghargaan dan bahkan diringankan beban hidupnya agar bisa hidup layak.

Dia juga mengaku prihatin dengan adanya penghafal Alquran yang telantar secara ekonomi. “Saya kira mereka adalah orang-orang luar biasa,” paparnya. Penghargaan tersebut, menurutnya, bisa menjadi daya dorong terhadap masyarakat untuk berminat terhadap Alquran. “Saya kira tidak rugi memberikan bantuan pada mereka, sebab mereka juga masih sangat sedikit.”

Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Duhai Rabbi, aku masih saja meneteskan air mata, saat pagi tadi mengepak ulang baju-bajumu yang rencananya untuk kukirimkan ke para pengungsi Merapi. Apalagi melihat baju muslim hijaumu, baju yang baru kau pakai sekali itu, untuk pulang dari Jogja ke Jakarta, ahad siang itu

Duhai Rabbi, aku masih sangat jauh dari ketegaran bunda Khansa, yang menyerahkan seluruh anak lelakinya ke medan jihad, dan justru begitu bergembira saat mengetahui mereka semua syahid

Namun, aku tahu. Roda kehidupan harus terus berjalan. Seperti kalimat yang kutulis sendiri beberapa hari lalu, kutulis dengan jemari kaku karena hatiku sesungguhnya belum sepenuhnya mampu. Kalimat yang kutulis karena aku perlu memotivasi diri sendiri untuk bisa seperti itu:

Allah meminjamiku 4 cahaya. Kini dimintanya kembali 1 cahaya yg sedang bersinar terang. Maka tugasku adalah menjaga 3 cahaya yg masih ada agar tak redup, terus berpijar, sampai suatu saat nanti diambil pemiliknya.

*ajarkan aku untuk IKHLAS…

Atau seperti nasehat seorang kakak kelas, yang sudah kuanggap seperti mas-ku sendiri:

ujian dan takdir adalah bagian kehidupan, yang memang tidak selalu ringan untuk dilalui.. tapi kamu adalah mining, ndhuk.. juga istri Kang Zubaidy .. adi kelas yg sudah kukenal lebih dari sepuluh tahunan… “tegak”lah.. dan “berjalan”lah menapaki “dunia”mu.. (DS)

Duhai, masih bolehkah aku menangis? Terngiang aku nasehat dari Bunda Saidah:

bunda sholihat….jazakilLahu khairan jika nasihat untuk diri sendiri itu mengetuk ruang kita…rasa itu…Dia Maha Tahu…Ruang waktu ‘hampa’ itu memang akan ada di sudut hati yang memang tak tampak. Kalau manusia bisa berandai…aku ingin… menguncinya pada sebuah kotak baja..dan kotak itu bertuliskan khalis..RasululLah SAW bahkan perlu waktu 2 tahun lamanya mengenang seluruh kemuliaan Khadijah ra…bukan untuk menggugatNya dan Dia Sang Maha Segala menghibur beliau dengan tinta emas yang terukir indah pd tamadun kemuliaan beliau.

Bunda, jika sudah berdamai dengan rasa itu…percayalah cinta padaNya terasa amat sungguh. Peluk sayang, doaku selalu untukmu & gemintang kecilmu yg masih mengkilat & perlu jemari bundanya… (SS)

Dan, kini aku menyadari betapa semua ini sudah Allah atur dengan begitu indahnya…

Jika ajal sudah terukir di lauhul mahfudz sana, sungguh maha besar Allah yang mengilhamkanku untuk bersamamu 2 hari penuh menjelang pergimu, bahkan hingga detik2 terakhirmu. Menemanimu berjalan-jalan di Jogja hingga pulang kembali ke Jakarta. Karena skedulku waktu itu sebenarnya ada tugas kantor ke Medan sejak Jumat 29 Oktober hingga Senin 1 November. Andai aku tetap berangkat ke Medan, tentu akan menjadi penyesalan panjang dalam hidupku karena tak bisa menemani buah hatiku pada saat2 terakhir.

Jika ajal sudah ditetapkan untukmu tanpa bisa ditangguhkan atau dimajukan, Sungguh Allah Maha besar yang telah membuat skenario agar kau berkesempatan berkumpul bersama kami anggota keluarganya, sebelum saat perpisahan itu tiba, karena pembelian tiket pesawat PP Jogja-Jakarta itu sudah diatur setengah tahun lalu. Siapa yang menuntun kami memesan tanggal 30-31 Oktober, bertepatan dengan hari perpisahan ini, kalau tidak Dia yang Maha segala? Siapa menyangka itu akan menjadi perjalanan rihlah terakhirmu bersama kami?

Jika ajal sudah menjadi garis takdir setiap insan, Sungguh Alalh Maha kreatif yang sudah mengatur, karena malam itu sebelum keberangkatan terlintas gagasan dari ayahmu, untuk meninggalkanmu di rumah saja karena kasihan, tampak kurang enak badan. Maka, kekuatan apa selain dariNya, yang menggerakkan akhirnya dirimu tetap ikut bersama kami, ayah ibu dan kakak2nya, ke Jogja?

Jika ajal tak mengenal usia, sungguh Maha sayang Allah yang mentaqdirkan, saat kau yang hanya sakit mual dan masuk angin biasa, tiba-tiba sesak nafas karena paru-parumu terkena zat asing (diduga dari muntah, yang masuk kembali). Tanpa sakit yang terlalu lama, hanya 1,5 jam saja, kau pergi meninggalkan kami. Bahkan di menit-menit terakhir, kau yang tetap tampak kuat masih memanggil-manggil kami, dan tak lama kemudian, kami yang menalqilkanmu, di antara sedu sedanku.

Ah, saat kurunut ke belakang, kini aku mengerti, bahwa semuanya sudah digariskan. Bahwa tanda2 perpisahan itu sebenarnya telah kau tunjukkan sejak kau berada di Jogja, satu hari sebelumnya.

Kau mendadak mudah sekali kaget, hanya dengan gerakan kecil yang menyentuh tubuh mungilmu. Saat tidur, juga terjaga,. Hal yang jarang sekali terjadi, karena kau biasanya tidak seperti itu.

Pandanganmu yang kadang meanatap kosong ke depan, tanpa senyum, tanpa kata…tak seceria biasanya. Bahkan di tengah malam ahad itu, saat semua terlelap. Ternyata kau terjaga, tapi hanya menatap kosong dalam diam (seperti yang diceritakan bulik ayu). Apa yang kau lihat sebenarnya nak? Seorang bidadarikah?

Saat perjalanan pulang dari bandara, dan aku ingin melepaskan jaket tebalmu karena AC mobil dimatikan, kau mencegahku, “Jangan bu, dingin” . Aku agak heran, bagaimana mungkin terasa dingin, sementara waktu itu tengah hari bolong dan AC mobil dimatikan?

Sesaat sampai di rumah jam 15.00, saat aku ingin menghidupkan kipas angin di depan sofa, kau yang sedang istirahat di sofa juga mencegah, “Jangan dinyalain”. Ah, kupikir kau sedang tidak enak badan biasa, anakku :(

Dan sore menjelang senja itu, sebelum tiba-tiba kau sesak nafas, kau minta ditemani tidur dengan alasan takut. Hal yang sangat aneh, karena kau selama ini kukenal sangat pemberani. Takut apa nak? Apa yang sesungguhnya telah kau lihat?

Ternyata tak lama kemudian, aku, kami semua, mendapati jawabannya naak.

Itulah tanda2 perpisahan denganmu.

Maafkan aku naak, sebagai ibumu belum sepenuhnya dapat menberikan hak-hakmu. Tetapi aku yakin, kini kau aman tentram, lelap dalam tidurmu, bersama Dia yang Maha Sayang. Sungguh selalu kurindu untuk suatu saat bisa bertemu denganmu, bidadari kecilku. Seperti yang ditulis om Muli, tentang kerinduan yang sama:

Do you want to hear an angel?

Just listen to your heart

She is whishpering

Even her voice is clearer

In the slice of silence

Do you want to see an angel?

Just close your eyes

She is appearing

Even her image is brighter

In the piece of dream

Do you want to know someone who meets an angel?

Just look into the mirror

There you can find

Someone who (really wants to) meet her

(MK)

Dan kini, aku hanya bisa berucap:

Dia yang pernah datang, tak pernah benar2 pergi. Justru smakin dekat, karena ia ada dalam kenangan yg selalu kubawa, kemana pun ku pergi

Ya. karena kenangan indah tentangmu, kini ada dalam setiap nafasku, ucapku,. gerak langkahku. Dimana pun ku berada. Kau.. selalu bersamaku

tak kualiri lagi ia di sungai.

tak kutebari lagi ia di danau.

tak kularungi lagi ia di lautan.

kuserahkan sabar ini pada Zat yang berkata:

…WABASSYIRISH SHOOBIRIIN…

Anak Shaleh & Cerdas …

‘Abdullah Nashih ‘Ulwan menyebutkan beberapa strategi atau kaidah asasi yang bisa ditempuh untuk mendidik anak secara baik agar anak qurrota’ayun dapat terwujud dalam keluarga.

Pertama, strategi ikatan. Yakni mengikat anak atau meletakkan anak dengan ritual-ritual keagamaan. Mengikat anak dengan amalan ibadah (shalat, puasa, sedekah dan lain-lain), meletakkan anak dengan masjid, Al-Qur’an, dzikrullah,amalan-amalan sunnah (puasa Senin-Kamis, shalat Dhuha, shalat Tahajjud dan lain-lain) merupakan langkah nyata untuk mewarnai kepribadian anak dengan warna agama. Hal ini bisa ditempuh dengan metode pembiasaan serta keteladanan dari orang tua dan pendidik,sehingga anak memiliki kecintaan kepada kemakrufan secara mendalam.
Kedua, strategi peringatan. Yakni menanamkan pengertian dan pemahaman terhadap ajaran agama secara terus menerus kepada anak, sehingga tumbuh pada diri anak kebencian terhadap kemaksiatan dan kejahatan. Misalnya, peringatan dari kemurtadan, kekufuran, perjudian, minum minuman keras, pornografi dan lain sebagainya. Menurut Nashih ‘Ulwan’, strategi peringatan merupakan faktor asasi yang dapat mencuci otak anak dari pikiran pikiran kotor, paham –paham sesat dan batil. Lebih dari itu, kesadaran dan keimanannya dapat berfungsi sebagai benteng kokoh yang menolak segala pikiran sesat dan pengaruh orang-orang yang rusak.
Ketiga, strategi kerja sama. Yakni perlunya kerjasama yang harmonis antara rumah, sekolah, dan masjid dalam melaksanakan pendidikan anak. Masjid perlu berperan aktif dalam hal ini pengurus masjid perlu melakukan pembenahan prosesi pendidikan agama (ta’lim-ta’lim atau kajian keagamaan) di masjid dengan manajemen yang rapi dan terencana. Anak pun perlu terus dimotivasi untuk lekat dengan masjid. Masjid adalah rumah Allah yang didalamnya bertaburan rahmat dan hidayah-Nya. Tidak mungkin anak qurrota’ayun terwujud jika anak dan orang tua lepas dari masjid. “Muslim tanpa masjid” memang merupakan fenomena umat kekinian yang sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang muslim dekat dengan Allah jika ia tidak pernah ‘bersilaturahmi’ ke rumah-Nya? Rajulun qalbuhu mu’allaqun bil masajid (seseorang yang hatinya terikat dengan masjid)-sebagaimana disebut dalam sebuah hadits- merupakan profil hamba Allah sejati, yang akan senantiasa mendapatkan curahan rahmat, hidayah dan perlindungan dari-Nya. Dan anak qurrota’ayun adalah anak yang selalu lekat dengan masjid.
Terdapat dua kunci pokok untuk mewujudkan Anak Sholeh dan Cerdas, yakni :
1. Ketaatan kedua orang tuanya kepada Allah SWT.
Sejauh mana anak bisa berada di dalam lingkungan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.
2. Optimalisasi dan pengembangan kecerdasan secara sistematis di sekolah.
Dalam hal ini orang tua harus cerdas dalam memilihkan sekolah untuk anaknya. Fazhfar bi dzatid din taribat yadak, demikian sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits tentang pemilihan jodoh. Pilihlah yang memiliki agama, niscaya engkau akan selamat. Dan, sekolah adalah ‘jodoh’ orang tua untuk mewujudkan Anak Sholeh dan Cerdas. Maka, pilihlah sekolah yang bagus pembinaan agamanya. ‘Nikahilah’ sekolah yang ‘cantik’ kehidupan agamanya, niscaya Amak Sholeh dan Cerdas akan merekah indah di dalam keluarga anda.
Kesimpulan
Anak yang sholeh dan cerdas dikonstruksi oleh bangunan keagamaan yang baik, sehingga hanya dapat diwujudkan dengan jalan mendekatkan anak dengan agama atau dengan memberikan pendidikan agama yang baik kepada anak dan merupakan langkah antisipasif terhadap bencana kebobrokan akhlak anak. Dan itu perlu dijalankan dengan penuh kesungguhan, keuletan, dan strategi yang tepat.
Jika kita menginginkan kecerdasan intelektual dan emosional anak kita berkembang secara optimal, mulailah dengan mengasah kecerdasan spiritualnya. Mulailah dengan memberikan bekal keagamaan dan pembinaan rukhiyah anak sejak dini secara kontinyu dan intensif.
Pendidikan anak yang dijalankan dengan prinsip tabsyir (menggembirakan hati anak) jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendidikan yang selalu menekan dan meneror jiwa anak. Pujian dan penghargaan dan motivasi kepada anak perlu diberikan secara proporsional.
Memperkenalkan pribadi Nabi SAW sejak dini akan menjadi pondasi penting pembangunan akhlak Islam pada anak-anak. Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian anak yang sholeh dan cerdas maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. Oleh karena itu selaku orang tua yang bijaksana dalam berinteraksi dengan anak memperlihatkan sikap yang sesuai dengan kepribadian yang sholeh sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktekkan sifat-sifat orangtuanya.
Dengan demikian antara anak sholeh dan cerdas dengan metode pendidikan Nabi SAW terdapat hubungan timbal balik yang sangat erat. Anak sholeh dan cerdas dilahirkan dengan menggunakan metode pendidikan Nabi SAW. Sebaliknya metode pendidikan Nabi SAW dapat menjadikan anak sholeh dan cerdas yang jiwanya selalu dihiasi oleh tiga cinta sejati ; cinta Al-Qur’an, cinta Nabi dan keluarganya, serta cinta orang-orang sholeh. Itulah generasi masa depan yang diharapkan mampu mewarnai lembaran kehidupan ini dengan kemuliaan, ketentraman dan kebahagiaan sejati. Maka seorang anak yang telah dibentuk menjadi anak yang sholeh dan cerdas melalui metode pendidikan Nabi SAW akan melahirkan pribadi-pribadi anak yang dapat dibentuk secara efektif melalui metode pendidikan Nabi SAW.